LATAR BELAKANG TUMBUHNYA
BUDAYA ORGANISASI
Tanamlah pikiran, engkau dapatkan tindakan;
tanamlah tindakan, engkau dapatkan kebiasaan; tanamlah kebiasaan, engkau
dapatkan karakter; dan tanamlah karakter, engkau dapatkan nasib.
Samuel
Smiles
Pernyataan
diatas mengandung
makna proses menumbuhkan benih-benih budaya. Prosesnya berjalan begitu sederhana,
perlahan, terus-menerus
dan
mengalir. Meskipun demikian, perjalanan
panjang tersebut akan berakhir pada pencapaian yang paling bermakna bagi siapa
pun juga, yaitu “perubahan” pada nasib sendiri!
Apa yang dikatakan
Samuel Smiles itu berpangkal dari pikiran dan berujung pada nasib. Jika kita
tiba pada suatu keadaan atau nasib, dan kita bertanya mengapa kita tiba di
sesuatu nasib, maka jawabannya adalah marilah kita telusuri kembali apa saja
yang telah kita lakukan selama ini.
Nasib, berarti
diperoleh dari karakter yang kita miliki. Mengapa kita memiliki karakter
seperti ini, berarti itu adalah buah dari kebiasaan yang kita lakukan. Mengapa
kita melakukan kebiasaan seperti yang kita lakukan, itu berarti buah dari
pikiran yang kita pilih dan anut.
Contoh konkret dari keadaan (atau nasib)
dapat
dilihat dari perjalanan sebuah perusahaan. Mulai dari waktu dilahirkan sampai memasuki masa jenuh sebagai
akibat lamanya fase kemapanan. Ciri-ciri perusahaan seperti ini adalah: produk
yang dihasilkan adalah produk kelas premium, memiliki konsumen yang loyal,
biaya operasional relatif tinggi, memiliki pertumbuhan yang positif, dan para
karyawan yang loyal. Itu semua menandakan perusahaan kian “menua”.
Tanda-tanda lain
adalah makin banyaknya pesaing baru yang sudah tidak bisa lagi dipandang enteng
yang menggunakan inovasi teknologi dan informasi yang makin canggih, serta
teknik pemasaran lawan bisnis yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Akibat dari ini adalah cara-cara lama yang sudah dilakukan perusahaan dengan
sukses kini sudah menjadi usang.
Pikiran-pikiran lalu
mengisi benak manajemen. Adakah sesuatu yang salah dengan perusahaan ini?
Hal-hal apa yang kira-kira tidak berjalan dengan baik? Bukankah kita dulunya
adalah perusahaan terbaik, dan sukar dicarikan tandingannya?
Inilah yang mengawali program “Revitalisasi
Budaya Perusahaan” atau menumbuhkan budaya perusahaan.
(berbagai sumber)
Nama : Vikie Albet (4201014023)
BalasHapusSebuah kata motivasi apa yang dikatakan oleh Samuel Smiles, dari sebuah pikiran, tentunya pikiran positif (positif thinking) akan berakhir pada Penentuan nasib. jadi nasib bukanlah suatu takdir yang tidak dapat kita ubah yang telah Allah berikan untuk kita. nasib merupakan sebuah pilihan untuk kita, mau jadi apa kita nanti tergantung dari apa yang kita lakukan sekarang untuk masa depan.
Saya ingin bertanya beberapa hal. misal, kita sudah memiliki keinginan, impian, serta cita-cita. minggu pertama, hingga 1 bulan penuh kita masih semangat untuk melakukannya. untuk bulan berikutnya sudah mulai kendor semangatnya. Nah, yang akan saya tanyakan:
1. Bagaimana cara menumbuhkannya kembali?
2. Bagaimana menjaga agar keyakinan positif yang sudah terbentuk tetap konsisten dalam diri kita?
Nama : Rian Aditya Satriadi ; ASP/VA (4201014060)
BalasHapusmenurut saya apa yang di katakan oleh Samuel Smiles adalah suatu proses dalam kehidupan ini. Bisa di katakan bahwa kejadian hari ini menentukan nasib anda esok hari maka berprilakulah yang baik dan berfikir positif serta jangan takut akan sebuah masa lalu karna tanpa masa lalu kita tidak akan pada masa sekarang. Tumbuhnya suatu organisasi di mulai dari planing, organisasion, actuating serta controling. Mulai lah dari tahap-tahap ini serta jika perlu melakukan suatu inovasi terhadap perusahaan, maka lakukakan lah .
Kurangnya kinerja suatu perusahaan dalam mencapai target dan tujuan yang telah ditetapkan.
BalasHapusAdanya persaingan yang tidak sehat antara internal maupun eksternal suatu Perusahaan,
viki : menurut saya cara menumbuhkan kembali semangat yang menurun
BalasHapus1. Buatlah tujuan hidup. Dengan menuliskan tujuan yang akan Anda raih, secara tidak langsung akan muncul komitmen dari dalam diri kita untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang mendekatkannya dengan tujuan yang di cita – citakan.
2. Menguatkan rasa percaya diri dengan meningkatkan kemampuan diri. Misalnya dengan mengikuti kegiatan – kegiatan untuk menambah wawasan ataupun keterampilan yang dapat menunjang tujuan yang kita impikan.
3. Jika semangat mulai turun, usahakan cari rekan ataupun lingkungan yang dapat mengembalikan semangat kembali. Carilah teman yang memiliki semangat besar untuk meraih impiannya, karena kerja keras dan optimisme mereka dapat menularkan semangat pada orang – orang di sekitarnya untuk ikut tergerak.
4. Terkadang turunnya semangat pada diri kita disebabkan karena fisik dan pikiran kita yang terlalu lelah. Untuk itu sebaiknya sempatkan waktu untuk tidur atau beristirahat sejenak, agar dapat mengembalikan energi dan semangat diri kita yang telah menurun.
5. Sesekali atur ulang jadwal ruitinitas hariannya, agar tidak merasa jenuh dan bosan dengan kegiatan yang dilakukan. Misalnya dengan memindahkan rutinitas yang biasa dikerjakan pagi hari menjadi dikerjakan di sore hari, begitu juga sebaliknya rutinitas sore bicoba dikerjakan pada pagi hari. Hal itu untuk mengurangi rasa jenuh yang dapat menurunkan semangat .
6. Terapkan kedisiplinan pada diri. Karena dengan disiplin kita akan selalu berkomitmen untuk menuju impian yang diinginkan.
Nama : Silvia Pangesti (4201014026)
BalasHapussaya ingin mencoba menjawab pertanyaan dari viki point pertama, menurut saya cara menumbuhkan semangat di dalam diri kita yang mulai menurun dengan cara :
1. Hapuslah kata-kata “tidak dapat,”, “tidak bisa”, “malas”, “tidak bersemangat” atau kata-kata lain yang senada dari pikiran mu.
2. Berpikir bahwa setiap detik adalah kesempatan, kesempatan-kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan untuk berusaha.
3. Mencintai diri sendiri, dan tidak membenci kondisi separah apapun.
4. Berpikir positif, Ujian dan nikmat dari Tuhan bisa berupa kejadian yang menyenangkan dan tidak menyenangkan. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya.
5. Mensyukuri apapun yang terjadi, Masih banyak orang lain yang mendapat cobaan jauh lebih berat daripada kita, namun tidak memiliki kesempatan yang sama besar dengan kita. Misalnya, untuk berusaha.
6. Membuka diri, Bergaul dengan orang lain dan berbagi perasaan bisa membuat beban kita menjadi lebih ringan.
7. Hampiri bayangan ketakutan. Saat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa takut, saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.
"Pada dasarnya semangat itu tumbuh atas dasar adanya keinginan yang kuat untuk mencapai hal yang kita inginkan. Semakin kita punya suatu tujuan yang jelas maka kita akan semakin berusaha dalam mewujudkannya. Semangat yang sebenarnya adalah yang timbul dari dalam hati, bukan dari motivasi orang lain. Orang lain hanya sebagai sarana untuk membangkitkannya kembali. Sehebat atau seberapa banyak orang yang memotivasi diri kita itu tidaklah berguna jika tidak dari keinginan diri sendiri. Pada masa-masa titik jenuh, bolehlah kita untuk berhenti pada titik itu untuk beristirahat sejenak, untuk membangkitkan kembali semangat, menyusun kekuatan. Tapi tidk untuk tinggal atau berhenti selamanya. Jangan pernah untuk berhenti pada satu titik kehidupan karena hidup ini adalah bagian dari perjalanan dari titik satu ke titik yang lain. Dari fase satu ke fase yang lain. Hidup penuh dengan perubahan dan bagaimana kita mampu sampai pada tujuan kita dengan segala perubahan yang ada".
Nama : Silvia Pangesti (4201014026)
BalasHapussaya ingin kembali mencoba menjawab pertanyaan dari viki point kedua, menurut saya menjaga agar keyakinan positif yang sudah terbentuk tetap konsisten dalam diri kita dengan cara :
1. Berusahalah untuk selalu melihat sisi POSITIF di balik setiap situasi yang negatif. Ambillah hikmah di balik setiap musibah, carilah berkah di balik setiap masalah, petiklah pelajaran di balik setiap kegagalan.
2. Temukanlah sikap, kebiasaan atau keyakinan yang bersifat negatif. Sadarilah betapa semua itu sangat berpotensi merusak kehidupan dan kepribadian. Lalu, ubahlah dengan sikap, kebiasaan atau keyakinan yang bersifat POSITIF. Misalnya, kebiasaan menunda diganti dengan kebiasaan bertindak, sikap mudah putus asa diganti dengan sikap pantang menyerah, keyakinan bahwa masa depan suram diganti dengan keyakinan bahwa masa depan pasti cemerlang bila kita mempersiapkannya dengan baik.
3. Milikilah keyakinan bahwa untuk setiap masalah selalu ada jalan keluarnya. Tentu saja keyakinan itu sendiri tidak akan menyelesaikan masalah, namun keyakinan itu bisa membuat Anda lebih efektif dalam mengatasi masalah.
4. Biasakanlah mengatakan kebenaran yang POSITIF kepada diri sendiri. Tidak perlu menyangkal seakan-akan situasi yang negatif itu tidak ada. Akuilah dengan jujur keadaan sebenarnya, namun kalahkanlah dengan pernyataan yang POSITIF. Misalnya, “Hari ini saya memang gagal, tetapi besok pasti lebih baik”, “Ujian ini memang berat, tetapi saya pasti bisa lulus”, dsb.
5. Waspadalah terhadap polusi negatif dari orang lain. Betapapun displinnya kita menjaga keyakinan pikiran positif, kita tetap bisa terkontaminasi oleh kata-kata negatif yang diucapkan oleh orang lain kepada Anda. Misalnya, “Sudahlah, itu mustahil!”, “Kamu tidak akan berhasil”, “Hidup ini sulit”. Jangan biarkan polusi dari luar itu merusak pikiran POSITIF kita.
6. Hindari terhadap munculnya perasaan negatif yang bisa merusak. Diantaranya: rasa putus asa, frustasi, depresi, benci, iri hati, dsb.
“ Jika kita terus menerut menjaga keyakinan positif kita, maka kita sedang menapaki tangga-tangga menuju keberhasilan yang besar. Semakin positif keyakinan kita, semakin besar pengaruhnya pada jalan keberhasilan. Apa yang ada pada diri kita sekarang, adalah hasil dari apa yang kita pikirkan kemarin dan kita menjadi orang yang akan datang bergantung pada apa yang kita pikirkan sekarang. Positive thinking tidak berarti kita dapat meraih kesuksesan dalam satu malam, karena untuk menggapai kesuksesan dibutuhkan usaha, komitmen dan kesabaran. You don’t get what you want in life, you get what you expect, so change your expectation”.
Nama : Jusniarti
BalasHapusNim : 4201014057
Menanggapi pertanyaan viki:
Menurut saya menumbuhkan kembali semangat yang sudah kendor yaitu :
1. Temukan hal-hal positif dari pengalaman masa lalu, sepahit apapun pengalaman itu. Dalam kegagalan, sekalipun masih ada keberhasilan-keberhasilan kecil yang terselip, cobalah temukan keberhasilan itu dan syukuri keberadaannya. Upaya ini paling tidak akan mengobati sebagian dari perasaan hancur yang kita derita. “Tapi bagaimanapun saya telah gagal” Buang jauh-jauh pikiran tersebut, karena pikiran tersebut tak akan membantu kita dalam meraih nikmat Allah berikutnya. Allah hanya akan menambahkan nikmatNya pada orang yang mau mensyukuri pemberianNya meskipun nikmat itu sedikit.
2. Tata kembali target yang ingin kita capai. Jangan terbiasa membuat target yang berlebihan. Kita memang harus optimis, tapi kita perlu juga mengukur kemampuan diri sendiri. Kita juga perlu menelaah lebih jeli cara apa yang mungkin kita lakukan untuk mencapai target tertentu.
3. Pecah target besar menjadi target-target kecil yang dapat segera dilihat keberhasilannya. Seringkali ada manfaatnya untuk melihat keberhasilan-keberhasilan jangka pendek dari sebuah target jangka panjang. Hal ini akan semakin menumbuhkan semangat dan optimisme dalam diri kita. Tentu kita harus terus mensyukuri apa yang kita peroleh dari capaian target-target kecil tersebut. Jangan pernah terbetik dalam hati, “Ah baru segini, target kita masih jauh.” Sikap ini sama sekali tak membangun rasa optimis.
4. Bertawakal kepada Allah. Menyadari adanya satu kekuatan yang dapat menolong kita di saat kita menghadapi rintangan merupakan modal dasar yang cukup ampuh dalam membangun optimisme. Bertawakal tentu harus dilakukan bersamaan dengan upaya kita memperbaiki target dan strategi pencapaiannya.
5. Langkah terakhir kita perlu merubah pandangan kita terhadap diri sendiri dan kegagalan. Kita perlu lebih sayang dan menghargai diri sendiri. Jangan kita terus menerus mengejek diri sendiri. “Aku ini orang bodoh, tak bisa apa apa.” Ini bukanlah sikap merendah, tapi merupakan sikap ingkar terhadap kelebihan yang telah Allah karunaikan kepada kita.