Selasa, 06 November 2012


PROSES MENUMBUHAN budaya organisasi

Langkah-langkah yang dilakukan oleh tumbuhnya budaya organisasi  bisa diibaratkan sebagai suatu langkah sebagaimana disebut oleh Samuel Smiles, dimulai dengan pikiran, dalam menciptakan perubahan-perubahan harus selalu dimulai dari dalam (diri). Dan, di dalam memulainya berupa sebentuk niat/pikiran baik untuk “berubah”.
Pikiran-pikiran baik yang mulai terbina kemudian dipupuk terus hingga menjadi sebuah “tindakan”. Tindakan yang mestinya juga baik karena dimotori oleh niat yang baik. Organisasi kemudian memilih siapa-siapa yang dapat direkrut menjadi “agen perubahan” bagi budaya organisasi sebagai pelaku dari “Tindakan”. Agen-agen ini akan menyuarakan “tema-tema” dari revitalisasi budaya organisasi dalam bentuk contoh-contoh nyata sikap/tindakan, pada divisi di mana agen-agen tersebut ditempatkan. Peran agen perubahan ini sangat penting bagi proses menumbuhkan sikap dan tindakan yang menjadi benih-benih budaya organisasi. Mereka adalah tokoh-tokoh sentral penggerak dan penentu berhasil-tidaknya proses ini.
Awalnya, penempatan agen tersebut akan tidak mudah karena menimbulkan kecurigaan (terhadap kapasitas, tugas, dan kewajiban agen tersebut) dan ketidakpastian (bagi masa depan karyawan dan hasil yang diinginkan oleh manajemen). Hal ini dapat dimaklumi karena ini adalah konsekuensi dari adanya “perubahan”.
Hari demi hari berganti, agen-agen tersebut tanpa kenal lelah mempromosikan hal-hal atau sikap dan tindakan baru bagi organisasi. Mereka mendatangi karyawan hingga ke bagian/unit terkecil, mengajak para karyawan untuk berdialog, bertukar pikiran, memperlihatkan kebiasaan mana yang harus tetap dipelihara (kebiasaan baik) dan kebiasaan apa yang harus segera ditinggalkan oleh jajaran karyawan (kebiasaan buruk). Meskipun pada awalnya sangat sulit, karena harus meninggalkan kebiasaan lama, tetapi perbaikan akan dapat dirasakan meskipun sedikit.
Masing-masing agen bersama manajemen tidak kenal lelah untuk terus meyakinkan bahwa perubahan akan menimbulkan perbaikan bagi organisasi, dan hal ini memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Di sisi lain, manajemen mulai membenahi subsistem manajemen yang menjadi sumber permasalahan di organisasi. Pasalnya, sebaik apa pun budaya yang diterapkan di dalam organisasi tidak akan berhasil baik tanpa adanya sistem yang menjamin keberlangsungan budaya organisasi. Perbaikan dan pembenahan misalnya dalam “Sistem Remunerasi ”.
Inilah langkah-langkah akhir mendekati matangnya budaya organisasi: organisasi telah menumbuhkan dan memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Jajaran organisasi tanpa ragu-ragu lagi menjalankan nilai-nilai organisasi, serta tidak lupa saling mengingatkan teman-teman/rekanannya untuk tetap konsisten. Agen-agen yang telah direkrut pun tumbuh makin banyak. Bahkan, tanpa diminta, mereka merekrut lebih banyak lagi agen baru. Kebiasaan-kebiasaan baik telah terpupuk dan terpelihara dengan baik hingga menjadi nilai-nilai yang berakar kuat; dan menjadi karakter yang mudah sekali ditemui/dikenali bilamana kita bertegur sapa dengan anggota organisasi tersebut. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari kerja keras para agen, manajemen, dan karyawan yang ingin berubah.
Dengan kebiasaan dan karakter semua insan di dalamnya, dengan segala sesuatunya sudah baik, dengan rantai yang rusak/hilang telah diperbaiki, maka para penerus organisasi dibekali atau diwarisi budaya yang solid serta karakter yang kuat. Sebab, hal itulah yang merupakan semangat yang menumbuhkan dan menggerakkan organisasi. Organisasi pun dapat berharap memiliki karakter yang diinginkan. Dan, dengan itu, maka hanya persoalan waktu sajalah nasib baik datang kepada mereka.

(dari berbagai sumber)

4 komentar:

  1. nama : indah permata sari
    nim : 4201014062

    menurut saya bahwa proses penumbuhan budaya organisasi dapat mulai dari diri kita pribadi. ada siklus yang menyebabkan tumbuhnya budaya organisasi . di mulai dari pemikiran yaitu berbagai pemikiran atau gagasan atau ide yang akan di tuangkan dalam organisasi dan menimbulkan sikap atau tindakan untuk memulai membudayakan organisasi .kemudian di dalam organisasi berbagai macam karakter orang menjadi satu dan akan menjadi kebiasan di dalam organisasi dikarenakan kia kembalikan lagi pengertian organisasi . tahapan yang terpenting dalam menumbuhkan proses budaya organisasi dengan bersosialisasi.

    BalasHapus
  2. menurut pendapat saya, dalam proses penumbuhan budaya organisasi itu bisa dimulai dari diri sendiri kemudian masuk kedalam ruanglingkup organisasi tersebut, Peran Budaya Organisasi diDalam Menumbuhkan Pengetahuan Menjadi Nilai Tambah Bagi Organisasi tersebut. untuk Mengelola pengetahuan manusia membutuhkan cara-cara yang kompleks, yang tidak bisa serta-merta diterjemahkan menjadi sistem yang mekanistis, karena manusia diciptakan sangat beragam.Dan bila budaya organisasi berhasil dikembangkan dengan baik, ini memberikan lingkungan yang kondusif bagi individu di dalamnya untuk saling berbagi. Lingkungan yang kondusif ini bukan hanya diciptakan dari proses dan sistem yang ada di dalamnya, tetapi terutama pada perilaku individu dan nilai-nilai yang mereka anut.

    BalasHapus
  3. pendapat saya proses penumbuhan budaya di dalam organisasi berawal dari pikiran,, selanjutnya hasil dari pikiran itu bisa di jadikan suatu patokan untuk di jadikan kebiasaan dalam kemajuan organisasinya.

    BalasHapus
  4. Nama : Vikie Albet
    NIM : 4201014023

    Dalam artikel tersebut dikatakan: "sebaik apa pun budaya yang diterapkan di dalam organisasi tidak akan berhasil baik tanpa adanya sistem yang menjamin keberlangsungan budaya organisasi". Sistem seperti apa yang dimaksudkan dalam artikel tersebut???

    BalasHapus