Selasa, 09 Oktober 2012

APA ITU BUDAYA ? PENDAHULUAN



           
Kita tinjau Pengertian budaya itu sendiri menurut : “The International Encyclopedia of the Social Science” (1972) dapat dilihat menurut dua pendekatan yaitu pendekatan proses (process-pattern theory, culture pattern as basic) didukung oleh Franz Boas (1858-1942) dan Alfred Louis Kroeber (1876-1960). Bisa juga melalui pendekatan structural-fungsional (structural-functional theory, social structure as abasic) yang dikembangkan oleh Bonislaw Mallllinowski (1884-1942) dan Radclife-Brown yang kemudians dari dua pendekatan itu Edward Burnett Tylor (1832-1917 secara luas mendefinisikan budaya sebagai :”…culture or civilization, taken in its wide ethnographic sense, is that complex whole wich includes knowledge,belief, art, morals, law, custom and any other capabilities and habits acquired by man as a member of society atau Budaya juga dapat diartikan sebagai : “Seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan miliknya melalui proses belajar(Koentjaraningrat, 2001: 72 ) sesuai dengan kekhasan etnik, profesi dan kedaerahan”(Danim, 2003:148).
Kebudayaan ataupun yang disebut peradaban, mengandung pengertian yang luas, meliputi pemahaman perasaan suatu bangsa yang kompleks, meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat (kebiasaan), dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat (Taylor, 1897).
Menurut Kluckhohn (1951) hampir semua antropolog Amerika setuju dengan dalil yang diajukan oleh Herkovits dalam bukunya yang berjudul Man and His work tentang teori kebudayaan yaitu :
Kebudayaan dapat dipelajari.
Kebudayaan berasal dari atau bersumber dari segi biologis, lingkungan, piskologis, dan komponen sejarah eksistensi manusia.
Kebudayaan mempunyai struktur.
Kebudayaan dapat dipecah-pecah ke dalam berbagai aspek.
Kebudayaan bersifat dinamis.
Kebudayaan bersifat variabel.
                                                                                                      Kebudayaan memperlihatkan keteraturan yang dapat dianalisis dengan metode ilmiah.
kebudayaan merupakan alat bagi seseorang (individu) untuk mengatur keadaan totalnya dan menambah arti bagi kesan kreatifnya.
Ketentuan-ketentuan ahli kebudayaan itu sudah bersifat universal, dapat diterima oleh pendapat umum meskipun dalam praktek, arti kebudayaan menurut pendapat umum ialah suatu yang berharga atau baik. (Baker, 1984).
Kebudayaan dalam kaitannya dengan ilmu sosial budaya dasar adalah penciptaan, penertiban, dan pengolahan nilai-nilai insani; tercakup di dalamnya usaha memanusiakan diri di dalam alam lingkungan, baik fisik maupun sosial. Nilai-nilai ditetapkan atau dikembangkan sehingga sempurna. Tidak memisah-misahkan dalam membudayakan alam, memanusiakan hidup, dan menyempurnakan hubungan insani. Manusia memanusiakan dirinya dan memanusiakan lingkungan dirinya.
(dari berbagai sumber)
bagaimana menurut anda ?

12 komentar:

  1. Nama : Vikie Albet
    NIM : 4201014023

    kebudayaan adalah sistem gagasan atau segala sesuatu yang dilakukan dan diciptakan oleh sekelompok manusia. Budaya merupakan cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, budaya berkaitan erat dengan tata cara yang ada di lingkungan sekitar masyarakat kita.

    Karakteristik budaya :
    • Bersifat turun temurun dari generasi ke generasi
    • Budaya bersifat dinamis dan adaptif.
    • Bersifat jasmaniah (material), yaitu benda-benda yang diciptakan oleh manusia
    • Ada yang bersifat rohaniah (non material), artinya semua hal yang tidak dapat dilihat dan diraba, misalnya kepercayaan.
    • Budaya tidak semuanya diwariskan secara generatif (biologis), melainkan bisa diperoleh dengan cara belajar, disampaikan atau ditiru.
    • Kebudayaan diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
    • Pembentukan budaya diciptakan oleh kader (pemimpin)
    • Budaya bisa hilang seiring perkembangan zaman atau datangnya budaya baru.
    • Budaya itu terbatas, untuk itu perlu dikelola dan dikembangkan sehingga tujuan yang diharapkan bisa tercapai.


    BalasHapus
  2. Jika mendengar kata budaya yg ada di benak saya, adalah suatu tradisi atau adat istiadat yg dilakukan secara continue atau terus menerus dalam suaatu kelompok.

    Tapi semakin kesini, hasil karya manusia itulah yang disebut kebudayaan. Jadi, secara sederhana, kebudayaan merupakan hasil cipta manusia untuk memperbaiki, mempermudah, serta meningkatkan kualitas hidup dan kehidupannya. Atau, kebudayaan adalah keseluruhan kemampuan [pikiran, kata, dan tindakan] manusia yang digunakan untuk memahami serta berinteraksi dengan lingkungan dan sesuai sikonnya. Kebudayaan berkembang sesuai atau karena adanya adaptasi dengan lingkungan hidup dan kehidupan serta sikon manusia berada.
    Kebudayaan dikenal karena adanya hasil-hasil atau unsur-unsurnya. Unsur-unsur kebudayaan terus menerus bertambah seiring dengan perkembangan hidup dan kehidupan. Manusia mengembangkan kebudayaan; kebudayaan berkembang karena manusia. Manusia disebut makhluk yang berbudaya, jika ia mampu hidup dalam atau sesuai budayanya. Sebagian makhluk berbudaya, bukan saja bermakna mempertahankan nilai-nilai budaya masa lalu atau warisan nenek moyangnya; melainkan termasuk mengembangkan [hasil-hasil] kebudayaan.

    BalasHapus
  3. Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya. Suatu kebudayaan merupakan milik bersama anggota suatu masyarakat atau suatu golongan sosial, yang penyebarannya kepada anggota-anggotanya dan pewarisannya kepada generasi berikutnya dilakukan melalui proses belajar dan dengan menggunakan simbol-simbol yang terwujud dalam bentuk yang terucapkan maupun yang tidak (termasuk juga berbagai peralatan yang dibuat oleh manusia). Dengan demikian, setiap anggota masyarakat mempunyai suatu pengetahuan mengenai kebudayaannya tersebut yang dapat tidak sama dengan anggota-anggota lainnya, disebabkan oleh pengalaman dan proses belajar yang berbeda dan karena lingkungan-lingkungan yang mereka hadapi tidak selamanya sama.

    DALAM kehidupan sehari-hari kita sesungguhnya senantiasa berurusan dengan kebudayaan atau dengan hasil-hasil kebudayaan. Setiap detik-menit-jam kita melihat, mempergunakan, bahkan disadari atau tidak seringkali merusak hasil kebudayaan itu sendiri. Sedemikian parahnya kerusakan itu sehingga belakangan ini sering muncul pertanyaan, apakah kita sedang mengalami krisis kebudayaan.
    Namun di lain pihak, banyak orang yang tidak menyadari ihwal krisis kebudayaan tersebut. Hal itu disebabkan karena pada umumnya orang mengartikan kebudayaan sebatas kesenian seperti tari-tarian, lukisan, pergelaran drama, pakaian adat, tusuk konde, dan entah apa lagi. Itu pun dipersempit lagi dalam bingkai kepentingan industri pariwisata maupun perdagangan. Cara pandang serupa itu cenderung memperlakukan kebudayaan sebagai sesuatu yang statis dan pasif.

    BalasHapus
  4. Saya memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi lainnya dan bisa hilang jika tidak ada yang melestarikannya (superorganic) .
    oleh karena itu budaya perlu dilestarikan karena budaya merupakan sumber daya.
    Selain itu kebudayaan juga mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religi, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
    Budaya itu dipelajari,diterapkan,diikuti,dipatuhi,& diturunkan Karena Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Jadi segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk itu adalah Cultural-Determinism.

    BalasHapus
  5. NAMA : DENDY RUSTANDIE
    NIM : 4201014036

    Di dalam masyarakat kebudayaan sering diartikan sebagai thegeneral body of the arts, yang meliputi seni sastra, seni musik, seni pahat,seni rupa, pengetahuan filsafat atau bagian-bagian yang indah darikehidupan manusia. Akhirnya kesimpulan yang didapat bahwakebudayaan adalah hasil buah budi manusia yang mencapaikesempurnaan hidup. Segala sesuatu yang diciptakan manusia baik yangkongkrit maupun abstrak, itulah kebudayaan.
    Kebudayaan adalah keseluruhan system gagasan, tindakan dan hasilkarya manusia untuk memenuhi kehidupan dengan cara belajar, yangsemuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Untuk lebih jelas dapatdirinci sebagai berikut:
    1.Bahwa kebudayaan adalah segala sesuatu yang dilakukan dan dihasilkan manusia. Karena itu meliputi :Kebudayaan material (bersifat jasmaniah), yang meliputi benda-benda ciptaan manusia, misalnya: alat-alat perlengakapan hidup. Kebudayaan non material (bersifat rohaniah), yaitu semua halyangtidak dapat lihat dan diraba, misalnya: religi, bahasa, dan ilmu pengetahuan.
    2.Bahwa kebudayaan itu tidak diwariskan secara negative (biologis),melainkan hanya mungkin diperoleh dengan cara belajar.
    3.Bahwa kebudayaan itu diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Tanpa msyarakat akan sukarlah bagi manusia untuk membentuk kebudayaan. Sebaliknya tanpa kebudayaan tidak mungkin manusia baik secara individual maupun masyarakat, dapat mempertahankan kehidupannya.
    4.Jadi kebudayaan itu adalah kebudayaan manusia. Dan hampir semuatindakan manusia adalah kebudayaan, karena yang tidak perludibiasakan dengan cara belajar, misalnya tindakan atas dasar naluri(instink), gerak reflek. Sehubungan dengan itu kita perlu mengetahuiperbedaan tingkah laku manusia dengan makhluk lainnya, khususnya hewan.

    BalasHapus
  6. NAMA : PUTRI PERMATASARI
    NIM : 4201014047

    Menurut saya Budaya itu adalah sesuatu yang dikembangkan dan diekspresikan oleh dirinya sendiri dalam cara yang berbeda dalam organisasi yang berbeda pula, oleh karena itu kemungkinan budaya terdapat ketidaksamaan dalam beberapa hal.

    Wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.

    a. Gagasan (Wujud ideal)
    Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.

    b. Aktivitas (tindakan)
    Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.

    c. Artefak (karya)
    Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.

    Berdasarkan wujudnya tersebut, Budaya memiliki beberapa elemen atau komponen, menurut ahli antropologi Cateora, yaitu :

    a. Kebudayaan material
    b. Kebudayaan nonmaterial
    c. Lembaga social
    d. Sistem kepercayaan
    e. Estetika
    f. Bahasa

    BalasHapus
  7. NAMA : AMANDA SUCI RAHMADIYANTI
    NIM : 4201014034

    Budaya adalah suatu keadaan akibat perilaku manusia yang secara perorangan atau kelompok, bermasyarakat dan bernegara yang dapat mempengaruhi kehidupan yang damai dan tenteram, sejahtera dalam arti bahwa semua dapat hidup sehat diatas garis kemiskinan, tidak membedakan suku, etnik, ras dan jenis kelamin, tidak mencemari dan merusak lingkungan, tidak meracuni sumber daya alam terbaharukan dan tidak terbaharukan, yang secara demokratis menjunjung tinggi hak dan kewajiban asasi manusia, memberi kebebasan untuk beragama, kebebasan mengeluarkan pendapat dan kebebasan dapat menikmati pendidikan sesuai bakat dan keinginannya .

    BalasHapus
  8. Nama : Jusniarti
    NIM : 4201014057

    Kebudayaan adalah segala sesuatu yang dilakukan manusia dan dihasilkan manusia meliputi kebudayaan materil (bersifat jasmaniah/kebendaan) yang meliputi benda-benda hasil ciptaan manusia misalnya kendaraan, alat rumah tangga,dll dan kebudayaan non materil (bersifat rohaniah) yaitu semua hal yang tidak dapat dilihat dan diraba misalnya agama, bahasa,dll. Kebudayaan tidak diwariskan secara biologis melainkan diperoleh dengan cara belajar, misalnya walaupun secara biologis/terlahir kita termasuk dalam suatu masyarakat yang mempunyai kebudayaan tidak mungkin langsung tahu kebudayaan yang terdapat didalam masyarakat kita tetapi kita harus belajar dulu baru bisa tahu misalnya untuk mengetahui suatu bahasa daerah tertentu harus dipelajari. Kebudayaan diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat. Unsur-unsur kebudayaan meliputi sistem religi dan upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan,bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian dan sistem teknologi dan peralatan.

    BalasHapus
  9. Nama : Cristian Eka Roymun
    Nim :4201014054


    Kebudayaan Berasal Dari Kata Sansekerta “BUDDHAYAH “ , yang merupakan bentuk jamak dari kata “BUDDHI” yang berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budhi atau akal”. Manusia sebagai makhluk yang berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil, maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya.
    Unsur-unsur Kebudayaan :
    1. Sistem religi yang meliputi:
    – sistem kepercayaan
    – sistem nilai dan pandangan hidup
    – komunikasi keagamaan
    – upacara keagamaan
    2. Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial yang meliputi:
    – kekerabatan
    – asosiasi dan perkumpulan
    – sistem kenegaraan
    – sistem kesatuan hidup
    – perkumpulan
    3. Sistem pengetahuan meliputi pengetahuan tentang:
    – flora dan fauna
    – waktu, ruang dan bilangan
    – tubuh manusia dan perilaku antar sesama manusia
    4. Bahasa yaitu alat untuk berkomunikasi berbentuk:
    – lisan
    – tulisan
    5. Kesenian yang meliputi:
    – seni patung/pahat
    – relief
    – lukis dan gambar
    – rias
    – vokal
    – musik
    – bangunan
    – kesusastraan
    – drama
    6. Sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi yang meliputi:
    – berburu dan mengumpulkan makanan
    – bercocok tanam
    – peternakan
    – perikanan
    – perdagangan
    7. Sistem peralatan hidup atau teknologi yang meliputi:
    – produksi, distribusi, transportasi
    – peralatan komunikasi
    – peralatan konsumsi dalam bentuk wadah
    – pakaian dan perhiasan
    – tempat berlindung dan perumahan
    – senjata

    BalasHapus
  10. Nama : Nafisyatul Fitri
    Nim : 4201014021

    Budaya dapat disimpulkan sebagai sebuah kreasi manusia yang muncul atau ada karena mereka di pertemukan atas tujuan yang sama., kreatifitas (rasa bangga pada hal-hal yang dilakukan tapi tidak dilakukan orang lain). demikian juga budaya organisasi budaya organisasi juga perlu koordinasi dan control budaya ada karna anggotanya mampu bekerja sama satu dengan lainnya dan budaya mempengaruhi anggotanya,,

    BalasHapus
  11. RIAN ADITYA SATRIADI 5 A/ ASP 4201014060
    Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri.
    Kebudayaan itu biasanya turun-menurut dari nenek moyang. Kebudayaan slalu di turunkan ke generasi selanjutnya dengan tujuan agar selalu terjaga keasliannya. Akhir-akhir ini banyak sekali kebudayaan Kota Pontianak yang sudah pudar oleh modernisasi. Tetapi pemerintah kota Pontianak , saya rasa cukup tanggap dengan keadaan ini. Saya melihat pada saat Ulang Tahun Kota Pontianak, banyak kegiatan yang berbau kebudayaan , di mulai dari kebudayaan dari suku dayak , cina serta Melayu.
    Di acara Ulang Tahun Kota Pontianak yang ke – 241 pemkot berusaha mengenalkan kepada masyarakat Kota Pontianak dengan budaya yang begitu indah serta memiliki nilai sejarah yang tinggi. Di mulai dengan di adakannya Festival meriam karbit, arak-arakkan pengantin, sampan hias, festival Sumpit Internasional dan masih banyak lagi kegiatan lainnya.
    Pemerintah Kota Pontianak pastinya mengharapkan dengan adanya kegiatan tersebut masyarakat bisa mengetahui bahwa banyak sekali kebudayaan yang menjadi ciri khas daerah yang harus di lestarikan baik itu tingkat lokal maupun internasional.

    BalasHapus
  12. nama : Diani Dwi Oktavianti
    Nim : 4201014020

    Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

    “Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya. Dengan demikian, kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, rencana-rencana, dan strategi-strategi yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang dipunyai oleh manusia, dan digunakannya secara selektif dalam menghadapi lingkungannya sebagaimana terwujud dalam tingkah-laku dan tindakan-tindakannya.”

    Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya. Suatu kebudayaan merupakan milik bersama anggota suatu masyarakat atau suatu golongan sosial, yang penyebarannya kepada anggota-anggotanya dan pewarisannya kepada generasi berikutnya dilakukan melalui proses belajar dan dengan menggunakan simbol-simbol yang terwujud dalam bentuk yang terucapkan maupun yang tidak (termasuk juga berbagai peralatan yang dibuat oleh manusia). Dengan demikian, setiap anggota masyarakat mempunyai suatu pengetahuan mengenai kebudayaannya tersebut yang dapat tidak sama dengan anggota-anggota lainnya, disebabkan oleh pengalaman dan proses belajar yang berbeda dan karena lingkungan-lingkungan yang mereka hadapi tidak selamanya sama.

    BalasHapus